Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Di tengah

Iklan di tengah

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Asharrini Mastura Dorong Perpustakaan Kota Palu Jadi Wadah Berkarya dan Berdaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T02:36:59Z

Palu – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu terus mendorong perpustakaan agar tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Membatik Ecoprint yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palu, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Merdeka Berkarya, Berbudaya, dan Berdaya Melalui Seni Ecoprint”, pelatihan berlangsung selama dua hari, 28–29 Agustus 2026, dan diikuti sebanyak 20 peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang mendorong perpustakaan hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan produktif.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Asharrini Mastura, SE., M.Si, mengatakan TPBIS merupakan salah satu program prioritas nasional yang diarahkan untuk memperkuat peran perpustakaan umum melalui peningkatan kualitas layanan dan pemberdayaan masyarakat.

“TPBIS merupakan bagian dari program prioritas nasional dengan tujuan memperkuat peran dan fungsi perpustakaan umum melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan umum,” ujar Asharrini.

Ia menjelaskan, program TPBIS telah dilaksanakan sejak 2018. Dalam perkembangannya, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan literasi dengan peningkatan keterampilan masyarakat.

Salah satunya melalui pelatihan ecoprint yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung kepada peserta karena mengajarkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik membuat motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun, bunga, dan ranting.

Bahan-bahan alami tersebut diolah dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan motif unik dan memiliki nilai estetika pada kain.

Tidak sekadar mendapatkan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik ecoprint menggunakan kain rayon dan kain katun.

“Kain rayon dan kain katun nanti akan diproses menjadi sebuah karya yang luar biasa,” ungkap Asharrini.

Menurutnya, keterampilan ecoprint memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari usaha ekonomi kreatif masyarakat.

Ia mencontohkan, dengan modal sekitar Rp75 ribu untuk menghasilkan satu lembar kain, produk tersebut berpotensi dipasarkan dengan harga hingga Rp300 ribu per lembar.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis literasi dan keterampilan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Terlebih, jika keterampilan yang diperoleh peserta terus dikembangkan dan diarahkan menjadi produk usaha secara berkelanjutan.

Melalui TPBIS, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif, terbuka, dan produktif bagi masyarakat.

Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan memperoleh informasi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempelajari keterampilan baru, menghasilkan karya, serta membuka peluang ekonomi.

Pelatihan ecoprint diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk terus berkarya dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Dari keterampilan tersebut, diharapkan lahir produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal Kota Palu.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini