Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Di tengah

Iklan di tengah

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemarau Panjang, Wali Kota dan Warga Palu Gelar Salat Istisqa

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T02:16:23Z

PALU — Di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Palu, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE bersama ratusan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Vatulemo, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, memberikan keberkahan, serta kondisi alam yang lebih baik bagi masyarakat Kota Palu.

Suasana khusyuk terlihat saat Wali Kota bersama masyarakat memanjatkan doa. Pelaksanaan salat sunnah tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi kondisi kemarau yang cukup panjang.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, kondisi cuaca yang terjadi saat ini ditandai dengan suhu panas dan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita menghadapi kondisi panas, kemarau yang cukup panjang. Dalam dunia meteorologi disebut sebagai masa El Nino,” ujar Hadianto.

Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia akan keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

Hadianto menilai, kondisi alam yang terjadi saat ini seharusnya mendorong masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sembari tetap melakukan berbagai upaya dalam menghadapi dampak kemarau.

“Ini adalah wujud di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyayangi kita. Allah mengingatkan kepada kita untuk selalu mengetahui dan mengingat kedudukan kita, kemampuan kita, dan batasan-batasan yang kita miliki,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, kita diperintahkan untuk bermunajat, berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan hari ini kita bersama-sama melakukan itu,” sambungnya.

Ia menjelaskan, Salat Istisqa memang dianjurkan ketika suatu daerah mengalami kekeringan atau kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Salat Istisqa ini adalah salat yang memang disunahkan pelaksanaannya ketika masyarakat merasa kondisi alam, khususnya ketika terjadi kemarau yang dianggap cukup meresahkan,” jelas Hadianto.

Dalam kesempatan tersebut, Hadianto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas pelaksanaan Salat Istisqa, khususnya mantan Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura bersama Dato’ Lamarauna.

“Terima kasih saya sampaikan kepada orang tua kita Bapak H. Rusdy Mastura bersama Dato’ Lamarauna yang telah menginisiasi pelaksanaan salat istisqa di pagi hari ini,” katanya.

Hadianto turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang hadir. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk bersama-sama bermunajat menjadi bagian penting dalam ikhtiar menghadapi kemarau panjang.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu lantaran informasi pelaksanaan Salat Istisqa baru disampaikan sekitar satu hari sebelum kegiatan.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena pelaksanaan ini tersampaikan baru sekitar satu hari. Sehingga tidak cukup bagi masyarakat luas untuk mengetahui dan diundang atau terundang pada pagi hari ini,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa tersebut, Pemerintah Kota Palu bersama masyarakat berharap doa yang dipanjatkan menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan kondisi kemarau yang melanda Kota Palu dapat segera berakhir.

Lebih dari sekadar memohon turunnya hujan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan rasa syukur, serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus menghadapi kondisi tersebut dengan memadukan doa, ikhtiar, kepedulian, serta langkah-langkah bersama dalam menghadapi dampak kemarau.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini