Palu – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, bersama sang istri, Hj. Diah Puspita, S.AP., M.A.P., menghadiri kegiatan Halal Bihalal Akbar 1447 Hijriah yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Palupi, Sabtu (04/04/2026) malam di halaman kantor kelurahan setempat.
Kegiatan yang mengusung tema “Sebarkan Maaf, Eratkan Silaturahim dan Sucikan Hati untuk Meraih Kemenangan dalam Bingkai Palu Semakin Melejit” tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momentum ini dimanfaatkan warga untuk mempererat hubungan persaudaraan dan silaturahmi antar sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota didaulat menyampaikan hikmah halal bihalal. Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan Syawal sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
“Semoga ini menjadi jalan bagi kita untuk mengevaluasi apa yang telah kita lewati selama ini. Karena itu merupakan bagian dari ajaran Rasulullah, agar kita senantiasa memperbaiki apa yang telah kita kerjakan,” ujar wali kota.
Selain itu, wali kota menekankan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai salah satu amalan yang membawa kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia menyebut, setiap sholawat yang dibaca akan dibalas dengan kebaikan berlipat ganda oleh Allah SWT.
Wali kota juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berprasangka baik serta menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Menurutnya, sesuatu yang tampak kurang baik di mata manusia bisa saja mengandung kebaikan yang besar.
Dalam arahannya, wali kota menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat merupakan “jenderal akar rumput” dalam pembangunan Kota Palu. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat, termasuk RT dan RW, sangat dibutuhkan dalam mendukung program pemerintah.
Ia pun menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan perangkat RT dan RW, termasuk melalui peningkatan insentif agar dapat menunjang operasional mereka.
Lebih lanjut, wali kota mengajak masyarakat menjadikan halal bihalal sebagai sarana mencairkan berbagai perbedaan, khususnya yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Tujuan halal bihalal adalah mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi sesuatu yang baik. Dalam kontestasi apapun, semuanya harus cair. Kita harus saling memandang dengan kemuliaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan saling menggunjing dan lebih mengedepankan komunikasi yang baik. Wali kota bahkan membuka ruang dialog langsung bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Kalau saya ada salah, silakan datang ke rumah mulai pukul 05.30 pagi. Sampaikan ide, keluhan, dan masukan. Kita ini dipilih oleh masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, wali kota turut mengajak masyarakat memanfaatkan layanan transportasi umum Bus Trans Palu yang dinilai mampu menekan pengeluaran masyarakat hingga Rp53 miliar per tahun.
Menutup sambutannya, wali kota berharap kegiatan halal bihalal tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan mendorong kemajuan Kota Palu.
“Saya yakin kita akan melejit, kalau kita semua mau,” pungkas wali kota.
