Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Di tengah

Iklan di tengah

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gegara Antrean Solar, Sopir Truk di Palu Di Duga Dihantam Batako, Polisi Amankan Pelaku

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T08:11:43Z

PALU – Perselisihan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berujung aksi penganiayaan. Seorang sopir truk berinisial FA (35) mengalami luka di bagian belakang kepala setelah diduga dipukul menggunakan batako oleh sesama sopir truk berinisial EK, Jumat (9/10/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.15 Wita itu bermula ketika korban hendak melakukan pemindaian barcode untuk pengisian solar. Namun, situasi tiba-tiba memanas setelah pelaku diduga memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda keras berupa batako.

Akibat penganiayaan tersebut, FA yang berdomisili di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, harus mendapatkan perawatan medis di RS Anutapura Palu.

Kapolresta Palu Kombes Pol Heri Rosena melalui Kapolsek Palu Barat IPTU Irfan membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.

Seorang saksi berinisial NA (51), yang bertugas mengatur antrean BBM, mengaku melihat langsung aksi pemukulan tersebut. Sementara itu, saksi lainnya, Supratman (45), petugas Dinas Perhubungan Kota Palu, membenarkan adanya keributan di sisi barat SPBU.

Situasi semakin memanas sekitar pukul 21.00 Wita. Sekitar 20 orang dari pihak keluarga korban mendatangi lokasi kejadian dengan membawa senjata tajam berupa parang.

Menyikapi kondisi tersebut, polisi segera mengamankan lokasi untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan. Petugas juga menghubungi pelaku agar menyerahkan diri. Pelaku kemudian diamankan di Polsek Palu Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dampak insiden tersebut, penyaluran solar di SPBU setempat sempat dihentikan sementara.

Polisi turut mengimbau keluarga korban agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Pihak keluarga juga diarahkan membuat laporan polisi serta menjalani visum et repertum (VER) untuk mendukung proses penyelidikan.

Dugaan sementara, penganiayaan tersebut dipicu persoalan sebelumnya antara korban dan pelaku. Meski demikian, motif pasti kejadian tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Insiden ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dan pengamanan antrean BBM, khususnya di SPBU yang melayani pengisian solar. Pengaturan antrean yang tertib serta penanganan perselisihan secara cepat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini